Sebuah Akhir Yang Indah

Judul diatas mungkin yang paling tepat untuk menggambarkan kisah hidup seorang Gito Rollies. Beliau meninggalkan dunia ini pada kamis lalu. Satu hal yang seharusnya semua orang iri padanya, yaitu beliau mengakhiri hidupnya dengan bahagia. Wajahnya tersenyum dan bercahaya. Berikut petikan obrolan dengan temen yang rumahnya dekat dengan kediaman bang Gito.

Adzanny Rivaldo Amri: imam masjid gua pak abdillah, ust husein pak ongky langsung luncur ke sana
Adzanny Rivaldo Amri: si gito ngeluh sakit ama pak abdillah
Adzanny Rivaldo Amri: langsung di targihb ama pak abdillah
Adzanny Rivaldo Amri: LA HAWLA WALA KUWWALA ILLABILLAH
Adzanny Rivaldo Amri: terus disambung ama gito
Adzanny Rivaldo Amri: bacaannya
Adzanny Rivaldo Amri: udah dah dari situ udah mulai kritis
Adzanny Rivaldo Amri: menjelang magrib mulai berat nafasnya
Adzanny Rivaldo Amri: terus udah mulai di talkin ama pak abdillah
Adzanny Rivaldo Amri: baca kalimat sahadat
Adzanny Rivaldo Amri: tapi kayaknya kepanjangan
Adzanny Rivaldo Amri: terus
Adzanny Rivaldo Amri: di suruh ucap
Adzanny Rivaldo Amri: ALLAH ALLAH
Adzanny Rivaldo Amri: bisa dia

Sebelum masuk ke rumah sakit, selama 11 hari bang Gito ada di Padang untuk berdakwah (selengkapnya). Memang 10 tahun terakhir beliau aktif berdakwah berkeliling Indonesia, bahkan dunia. Jauh berbeda dengan kehidupan sebelumnya yang penuh dengan hedonisme dan maksiat.

Beliau tak mengeluh tentang penyakitnya, tak mengutuk siapa pun karena sakitnya tak kunjung sembuh, beliau hanya mohon do'a dari siapa pun yang bertanya tentang penyakitnya. Wajahnya tampak cerah ceria, bersih putih bercahaya sejak terjun ke dunia dakwah. Mungkin Allah ingin melebur semua dosa-dosa melalui penyakit yang dideritanya. Wallahua'lam.

Tentunya hal ini suatu pelajaran yang sangat sangat berharga bagiku. Momen sesaat sebelum sakaratul maut adalah penentu masa depan manusia selanjutnya. Sesuai tuntunan agamaku, akan ada alam lain setelah kehidupan di dunia ini. Alam yang menjadi tempat menuai hasil. Usaha sungguh-sungguh dalam mengamalkan kebaikan sebanyak-banyaknya serta sebaik-baiknya berarti memupuk hasil yang baik, sebaliknya tak ada usaha untuk berbuat kebaikan dan merasa benar dengan kesesatan akan menuai hasil yang buruk. Rumus yang sangat gampang, namun kadang-kadang sulit diterapkan apabila sudah berhadapan dengan yang namanya 'nafsu'.

Selamat jalan bang Gito, ridho Allah besertamu...

                            

Tahun Baru, [harusnya] Semangat Baru

2007 telah berlalu dengan semua warna, kenangan, dan cerita yang sebagian besar [pasti] aku lupa. Mungkin tak ada yang terlalu berkesan sehingga memang tak perlu di kenang. Mungkin beberapa yang memang masi terkenang, atau karena harus dikenang. Karena jika tak kukenang mungkin ada hal yang tak kuinginkan terjadi. Tulisan ini tanpa arah dan tanpa inspirasi sama sekali. Sekedar memperbaharui blog di salah satu website yang telah menjadi syarat agar dianggap trendy saat ini.
2007 malah mungkin sangat mengecewakan bagiku. Banyak hal yang harusnya aku capai disana. Miris rasanya ketika kubuka lagi catatan optimis tahun lalu. Tulisan yang berjudul "Target 2007" itu seolah-olah sekedar syarat di awal tahun seperti aku kuliah yang sering hanya membawa alat tulis tanpa kertas. Kertas selembar dari temanku lah yang menjadi syarat mencatat apa yang dijelaskan dosen. Setelah kuliah tak tau lagi kertas itu ada dimana.
Begitu mudah terlena, begitu mudah meninggalkan sesuatu karena sesuatu yang lain, walaupun sesuatu yang lain itu bukan sesuatu yang penting. Terlalu banyak 'sesuatu' memang dihidupku. Sesuatu yang kadang-kadang tiba-tiba menjadi begitu penting, padahal tak pernah muncul di rencanaku sama sekali. Terlalu mudah berpindah dari satu hal ke hal lain, yang aku tau pasti hal lain itu tak lebih penting dari satu hal tadi. Memang selain terlalu banyak 'sesuatu' hidupku juga dipenuhi dengan 'hal' yang baru maupun hal-hal yang telah lama kutinggalkan tapi tiba-tiba datang lagi tanpa diundang. 'Sesuatu' dan 'Hal' itu muncul menyerangku bertubi-tubi dari segala arah. Mengaburkan pandanganku, menggoyahkan ideologiku, menghalangi jalanku, dan tak jarang pula memaksaku tuk mengorbankan bagian terpenting hidupku. Jangan kau kira aku tak melawan kawan. Aku melawan dengan segenap kebodohanku, aku melawan dengan kecerobohanku, dengan ingkar janjiku, dengan kelupaanku, dengan anggap entengku, dengan malasku, serta dengan semua kelemahanku. Semua aku kerahkan untuk melawan 'sesuatu' dan 'hal' yang datang.
2008 datang dengan semua misteri. Tak kutau ada apa dibaliknya, terlalu banyak kemungkinan. Aku harus cepat-cepat memperbaiki catatan lusuhku, dan kutuliskan "Target 2008" disana. Kemudian rincian harapan alm abah yang pasti melihat kebodohan-kebodohanku dari dunia sana, ibu yang terus menerus mengatakan "yang sabar nak, insyaAllah kamu bisa.." dalam keadaan apa pun, mas budi yang masih berjuang untuk eksistensi keluarganya, mas ijal dengan keadaan rumitnya, mas ipal yang juga sedang membangun keluarganya kearah lebih baik, mba rini yang jauh namun terasa sangat dekat, dan mas rinal yang dengan bahagia mengabarkan kelahiran rafa el-ghifari anak pertamanya, terhadapku harus ku tuliskan. Bukan harapanku, karena harapanku masi bersemayam entah dimana. Atau memang justru harapan mereka adalah harapanku yang sebenarnya. Aku masi mencari, lebih tepatnya menyesuaikan.
Akhirnya aku memulai tahun 2008 dengan penuh sesal dan harap. Sesal dan harap yang sama seperti tahun-tahun lalu. Tak jauh berbeda.

Ya rabb...kasih sayangmu masih dapat kurasakan walau diri ini penuh dosa
kealpaanku membuatku terpuruk jauh
tanpa cahaya, tanpa petunjuk

jangan redupkan cahayamu buatku ya rabb...
tak ada guna mata dan telinga
tanpa petunjukmu

Maafkan Aku ya Allah...

Ya Rab..
sedihku rasa tanpa perhatianMu..
hausku rasa tanpa seteguk pun mengalir dari arsyMu..
semua berbeda..
tak biasa...
Kering..

Ya Rab..
kumau kau tau, dah pasti kau tau..
lepaskan semua ini, dari mimpiku, hariku, jalan2ku
serta buramkan ia dimataku..

Ya Rab..
kembalikan aku padaMu..
jalan orang2 terdahulu
pantang menyerah menegakkan asmaMu..
di langit, di bumi, di laut, dah menancap dalam di hati...

Ya Rab..
semua pasti berlalu
seperti selama ini
aku bisa melaluiMu,
berjalan tegak tak melihatMu,
tak mendengarMu,
tanpa rasa malu...

Ya Rab..
istiqomahkan aku..


[BBRC2-3]
-bdg-

Tragedi Bimol

Apes? Bukan juga. Aku yakin dibalik kejadian ini ada sesuatu yang mungkin aku belum tau dan mungkin tak kan pernah tau. Kejadiannya si biasa, kejahatan standar di mol-mol. Pencurian sepatu T_T. Ya...sepatu baruku ilang di bimol. Menyedihkan ya, ya iyalaaaa.....
Ke bimol bareng bos mo ngambil kabel infokus yang udah di pesen jauh2 hari. Sampe sana direct access ke toko infokus(harusnya aku bilang ini digital projector, tapi malah terdengar tak biasa) langsung dapet kabel yang dipesen. Baliknya karena dah masuk waktu zuhur ya aku solat dulu di musola dalem mol. Tempatnya di basement 2 kalo ga salah. Untuk ukuran mol segede itu ga relevan bgt lah ukuran musolanya. Parah!!! Lagi2 agama disepelekan, huh.
Firasat si udah ada sebelum ngelepas sepatu, tapi lagi2 aku mo biasain positip tingking aja. Ah, lagi rame kok yang solat, keknya malingnya ga berani ngambil. Sekedar info, sepuluh hari sebelumnya aku baru beli sepatu baru. Aku beli pake uangku sendiri hasil merantau 3 minggu ke solok. Merknya terkenal, dan yang paling nyesek, MAHAL Y_Y. Aku putusin naruh sepatu pas di depan pintu jadi biar kliatan gitu kalo ada yang aneh2. Abis solat, firasat burukku terbukti. Innalillahi, sepatuku lenyap. Aku cuma bisa senyam senyum ditanyain orang. Dan ada juga yang senasib kehilangan sendal. Dia baru beli sehari sebelumnya. Alhamdulillah ada juga yg sama, ups...:). Awalnya aku pengen langsung pulang aja, pastinya dengan kaki ayam. Hehe..seru juga kali jalan di mol ga pake sendal. Aku jalan aja sok2 pede, eh ketemu pak sekuriti hampir di depan gerbang utama mol itu. Pas ditanyain, seperti biasa aku dibawa ke pos. Aku dah tau dia jg ga bisa ngapa2in, tapi temenku maksa. Buat surat2 segala lah, cuih...formalitas biar dibilang care. Abis itu di pinjemin sendal butut yang kegedean. "Cuma ini adanya mas". Kekeke...tapi alhamdulillah juga dah dipinjemin, ga jadi pusat perhatian lagi kek tadi waktu kaki ayam. Hahaha..itu lah sekelumit pengalaman yang keknya perlu ditulis.
Jadi ambillah pelajaran dari sini...:)

Under Pressure and Distro Oriented

Bener2 ga enak kalo ada dibawah tekanan. Apalagi kalo soal kerjaan. Sebenernya salah aku juga si... T_T. Coba kalo aku kenal sistem secara menyeluruh, pasti ga ada masalah. Tapi cuma gara2 beda distro dah kalang kabut gini. Curhat dikit ah...
Pertama kenal linux aku belum tau soal manajemen paket yang ada di masing-masing distro. Waktu itu kebetulan senior ngasi rekomendasi install slackware 9 di pc tua pentium 2 ku. Instalasi lancar, tapi dibantuin. Belajar linux tiap hari, kebetulan[lagi] internet sampe ke kamar kost. Secara kost dibelakang warnet gitu lo. Akhirnya seiring waktu aku ngerti soal manajemen paket, ya minimal kenal distro2 yang make paket rpm apa aja, yang pake deb apa aja, dan yang pake source apa aja. Trus karena kena doktrin juga kali ya, senior yang aku kenal dan temen2 sepergaulan linux sering ngomong istilah "dependency hell". Awalnya si ga ngerti apa itu, tapi ya efek dari pergaulan akhirnya tau kalo itu masalah yang sering muncul kalo make distro yang masih masuk keluarga rpm. Yang aku kenal si distro2 besar kayak redhat, fedora, mandrake, dll. Sejak saat itu aku serasa males kalo make distro2 rpm-family. Dan "penyakit" itu sampe sekarang masi kebawa. Alhasil ya kalo ada kerjaan yang berhubungan ama rpm pasti aku hindari, paling minta tolong ke temen.
Sikap ini harusnya ga aku pupuk dari awal. Dampak buruknya sekarang baru aku rasain. Client (anggap aja gitu biar gaya :D) minta diinstallin fedora buat servernya. Awalnya aku tetep saranin slackware atau debian aja, tapi mungkin gosip fedora lebih "ngena" ya si client keukeuh minta diinstallin fedora. Tapi...lucunya dia minta install paket2 servernya(webserver, ftpserver, mailserver, dll) dari source. Haha..binun kan? atau wajar ya? Aku juga ga ngerti apa bagusnya pake source ama pake rpm secara detail. Yang aku tau kalo install dari source ya modifikasinya lebih gampang dan berlaku umum. Kalo pake yang binari(rpm) ya harus ngikutin aturan dari rpm itu sendiri. Tapi sampe sekarang secara nyata belum ngerti perbedaannya, soalnya ga pernah sama sekali pake rpm. Trus satu lagi kasus yang aku temuin, waktu nginstall paket dari source, banyak library yang belum terpenuhi. Aku harus ngelengkapi paket2 dependensi itu semua baru bisa nginstall dari source. Hal kek gini harusnya ga diurusin kalo nginstallnya pake rpm(yum), itu kata temenku. Waduh...jadi lumayan ribet. Sebenernya ga ribet kalo aku mau belajar soal rpm. Semoga aja bisa belajar cepet, soalnya dah diburu-buru ama bos T_T.
Fedora mania help me please...link2 jg gpp.
Thanx for reading...   

Mata di Belek

Akhirnya aku ga kuat lagi nahan sakit mata ini. Bintilan yang berkepanjangan, mungkin itu nama yang cocok. Hehe...Hari ini 11 April 2007 jam 8 berangkat ke rumah sakit mata cicendo. Setelah sedikit kecewa dengan rumah sakit sebelumnya gara-gara dokter matanya bilang aku kekurangan tidur. Jelas-jelas aku tiap hari tidur puas dan pulas haha...
Di rumah sakit langsung aja ku minta mataku di "belek". Dah ga kuat dok, aku bilang. Tapi waktu konsultasi malah ngobrolin tentang program ama si dokter. Dia nanya2 kuliah dimana, jurusan apa. Setelah tau jurusan dia makin banyak lagi nanya T_T. Kalo mau belajar program dimulai darimana mas? udah nyusun TA blm? tentang apa? doooh...plis deh dok, urusin aja ni mata. Tapi asik juga tu dokter, lumayan biar aku ga takut...
Masuk ke ruang emergency, jantung mulai berdegup agak kencang, hehe..maklum lah gini-gini masi manusia normal. Di dalem langsung di bius lokal, mataku disuntik :( sakiiit...Tapi abis itu ga kerasa apa2. Ternyata bintilnya udah kebanyakan katanya, dah kayak bukit barisan kata dokternya, hehe..masi aja bcanda si dokter, siyal...Makanya mas jangan banyak ngintip, biasanya kalo dah tobat pasti sembuh. Haha...semua yg ada di ruang emergency ketawa. Pesen terakhir, jangan lupa di kompres air anget 3 x sehari, obatnya di minum, kalo masi ada seminggu lagi ke sana lagi. Semoga tidak...ampun dah. Hari ini pake sebelah mata doang, satunya ditutup perban. Dah ah..semoga ini menjadi kafarat buat dosa2ku yang dah segambreng2 itu...T_T amiiin...   

Sakit Mata

Bintilan...itu nama yang akrab kukenal dari kecil. Kelopak mata membengkak waktu bangun tidur. Biasanya si ga perlu obat2 tertentu, beberapa hari juga ilang. Tapi kenapa kali ini beda? :( Terhitung sejak LDKO 2007, kira-kira maret akhir gitu deh. Sampe sekarang ga sembuh2 coba? bayangkan? betapa lama mata kiriku menanggung derita ini. Astaghfirullah...bukan derita ding, cobaan :). Awalnya kecil ditengah, dua minggu berikutnya malah pindah ke sebelah kiri, trus seminggu setelahnya lagi malah pindah ke kiri, and akhirnya tumbuh lagi yang tengah. Jadi deh tengah and kiri bintilan :(. Hiks...panas, gerah, ga enak lah mau ngapa2in juga. Sekarang malah bagian bawah mata kiriku juga bengkak, besar lagi :(. Lebih panas, lebih gerah, dan lebih ga enak mau ngapa2in. Sebenernya udah banyak yang nyuruh ke dokter, tapi aku malas, malas, dan malas. Hehe..masa cowo sakit gini aja ke rumah sakit? huehue...sok kali pun. Kualat juga keknya ni. Tapi  hari ini akhirnya ke rumah sakit. Dan hampir aja dioperasi kecil. Untung ga jadi, hehe...udah takut padahal. Jadinya cuma dikasi obat, salep, disuruh pulang ma dokter. Semoga cepet sembuh lah, biar bisa lancar jeprat-jepret lagi.

Le Grande Photography

Ok..sekarang aku mau cerita soal kesibukan baruku. Dua minggu terakhir bareng reff, b37, shinji69, and refrez aku lagi sibuk2nya ngonsep satu aset yang kuharapkan bisa berkembang dimasa yang akan datang-amiiiin. Kami berlima sepakat untuk ngebangun and ngejalanin satu usaha bersama. Bidangnya fotografi and video shooting. Ngeri kan? haha..sok2an gini, padahal baru kemaren nyobain motret :)
Awalnya sih dari hobi masing-masing aja, trus muncul pertanyaan di benakku "kenapa ga ngajak mereka ber-4?" akhirnya mereka pun menyambut gembira ide yang cukup berani ini. Haha...senangnya. Kami langsung janjian buat meeting pertama, waktu itu kalo ga salah tempatnya di The Cellar and dago plasa. Sampe subuh coba! gila!! dari jam 10 malem sampe subuh ngobrolin konsep, target, nama, pricelist, dll. Itu juga belum beres sebenernya. Dan satu orang tepar besoknya, langsung dijemput bokapnya ke jakarta. Smoga cepet sembuh buat refrez. Trus obrolan dilanjutin tadi malem, 1 mei di kantin kampus sampe jam 10 trus langsung gerak ke gampong atjeh sampe jam 12 lah kira2. Insya Allah udah setengah mateng, sisanya bisa dimatengin sambil jalan, haha...
Dipilihnya nama Le Grande Photography itu bukan karena kami suka dengan Perancis, atau ada yang pernah ke Paris, atau salah satu ada yang kursus bahasa Perancis. Sama sekali ga ada hubungannya sama Perancis, Paris, dll :) Jadi? simple aja...Idenya dateng waktu meeting pertama di dago plasa, masing2 mikir nama apa yang pantas untuk kami. Dari beberapa nama, aku ngusulin nama Grande, sebenernya itu dari minuman yang aku pesen di The Cellar, yaitu Choco Grande. Hahaha...konyol. Dan langsung disempurnakan dengan Le Grande. Kesannya gimana gitu..halah...
Skup garapan yang kami harepin tu ada di prewed, wed, child, model. Tapi ga menutup kemungkinan buat yang laen kok. Profil band, atlit, artis, atau model misalnya, hehe...ada yang berminat? :)
Dah ah..gitu aja, ni lagi nunggu kartu nama jadi, ntar kalo dah jadi nitip promosi yak? :))

Bahasa Indonesia Itu Sulit Lho...

Hari ini, 1 Mei 2007 seharian ngerjain modul buat pelatihan komputer guru-guru di Kabupaten Solok bulan Juni nanti. Awalnya ada rasa remeh, "ah..insyaAllah bisa". Anggap enteng aja pake nama Allah, ya ampooon :(. Tapi waktu mulai ngerjain, kok ada aja repotnya. Khususnya dalam merangkai kata-kata sehingga cukup menjelaskan bagi pengguna modul ini nantinya. Maklumlah, yang bakal make ni modul juga bukan mahasiswa, tapi guru-guru yang mungkin belum pernah nyentuh komputer sama sekali. Ternyata bahasa indonesia yang cukup dimengerti itu susah juga. Blog ini aja misalnya, pasti disana-sini banyak kejanggalan baik penulisan maupun kombinasi kata-kata yang kurang pas. Duh...niatnya mau cepet malah sering berhenti gini. Chatting lah, browsing lah, posting lah, ngonsole lah, hayaaahh..kapan beresnya ni modul. Besok pagi harus dah beres.

28 April 2007

Hm...akhirnya mulai nulis blog lagi, walaupun isinya ga penting tapi gapapa yang penting ada, hehe...
Kmaren hari sabtu, 28 April 2007 banyak banget acara yang bagus di Bandung. Mulai dari gelaran underground event di Dago Tea House, Ubuntu Feisty Fawn Release Party di commonroom, acaranya LFM ITB di bioskopnya LFM, dan yang terakhir workshop fotografi di UPI. Semuanya penting buatku, tapi tetap aja aku harus memilih, karena waktunya barengan.
Karena malemnya (jumat malem) ga tidur sampe subuh jadi kondisi tubuh ga terlalu fit. Baru tidur abis subuh, bangun jam 9 pagi rasanya belum cukup tenaga. Tapi ga mungkin ditunda lagi, soalnya noiseback harus manggung jam 11.20 am. Mau ga mau langsung mandi and cabut. Persiapan memakan waktu 2 jam, soalnya harus cari motor and beliin makan si gimbal tomas and mas AB. Akhirnya sampe tempat acara jam 11.30, and sebenernya udah di cut ama panitia (biasa ilmu panitia biar artis buru2). Sampe di tempat langsung masuk ke ruang artis(....sok artis...). Senam2 dikit, fungsinya sebenernya mo ngilangin grogi bukan untuk pemanasan.
Noiseback manggung sangat mengecewakan, dari mulai sound system yang parah, ga ada yg nonton(secara band audisi gitu loch), sampe miss di tengah lagu. Hiks...manggung kedua gagal total. Tapi tetep aja orang2 bilang "keren euy...". Doooh..hentikan kata2 sok menghibur itu! *&$^%(*^@%%
Abis manggung pengen cepet2 keluar dari tempat itu, udah ga tahan lagi disana. Langsung meluncur ke commonroom setelah solat zuhur di musola tea house.
Di commonroom ternyata rame yang dateng. Wuih..jadi semangat gini. Dan lagi2, ketemu anak stt disana (T_T). Acaranya udah masuk ke sesi kedua, yaitu diskusi bebas tentang komunitas. Dipimpin oleh mas diki yang ternyata alumnus st3 96. Diskusi berjalan agak2 garing gitu, tau sendiri kalo orang2 autis ketemuan, hehe...lebih ekspresif posting di forum atau milis daripada ngomong langsung. Berulang kali bang andi berusaha mencairkan suasana yang tegang bin garing itu. Lumayan berhasil lah..Materi diskusi cukup luas, dari mulai kehidupan komunitas2 di kampus2, permasalahan klub (kelompok linux bandung) bener ga ya nulisnya? Sampe ke keterlibatan BHTV (Bandung High Tech Valley) yang diwakili mas amal. Seru juga. Cukup membuka pikiran untuk optimalisasi LUG di st3, halah...Semoga temen2 dari st3 yg dateng kmaren bisa ngambil pelajaran dari acara tsb. Acara selesai jam 2.30 pm. Abis itu dapet cd feisty fawn gratis dari kumunitas ubuntu-id buat dibagi-bagiin ke penggemar linux di st3.
Beres acara di commonroom, langsung cabut ke agenda ketiga, yaitu acara di LFM ITB, lupa judulnya pokoknya soal film lah :). Nah..disini apes deh..
Dateng dengan PD, ngisi buku tamu. Sebenernya panita udah heran, kok baru dateng jam segini. Hehe..dengan pdnya jalan aja masuk ke dalem. Begitu duduk and buka tas, MC menutup acara. Haha...mau ditaruh dimana ni muka coba? kkk...ketawa ga jelas aja lah nutupin malu. Orang2 pada ngejer irwansyah and aca buat foto2, kami masi anteng aja duduk nahan malu. Sampe semua udah pada bubar baru deh kita curi2 keluar. Ga nyesel si, soalnya ga terlalu penting juga tu acara.
Sampe ke lab lagi jam 4 lah, niatnya mau istirahat sampe maghrib trus mau lanjut lagi nonton underground di tea house. Tapi malemnya malah pergi ke Daeng Tata, hehe...kuliner lagi kuliner lagi...
Dah ah, ga penting kan? emang..biarin aja. Mo komen silakan, mo caci maki juga silakan...